Riau – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terus diperkuat. Tim gabungan dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, TNI, Polri, dan BPBD fokus melokalisir api agar tidak meluas ke permukiman.
Sebanyak 160 personel Manggala Agni diturunkan ke lapangan, sementara 80 lainnya siaga patroli dan deteksi dini. Penguatan pasukan dilakukan lintas daerah, termasuk penambahan regu dari Daops Rengat, Siak, dan Bukit Tempurung untuk wilayah Dumai.
Titik api terdeteksi di beberapa kabupaten seperti Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan, dengan kondisi lahan beragam, mulai dari hutan produksi hingga kawasan penggunaan lain. Sebagian lokasi berada dekat kebun sawit dan area perumahan.
Petugas menduga sebagian kebakaran dipicu pembakaran lahan yang tak terkendali, diperparah cuaca kering hampir 20 hari, angin kencang, minim sumber air, dan lahan gambut kering. Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menegaskan prioritas utama adalah menahan laju api agar tidak meluas.
Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca juga digelar dengan penyemaian garam menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan di wilayah Siak dan Pekanbaru. Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.
Pemerintah berharap penanganan maksimal dapat menjaga Riau tetap bebas asap menjelang Ramadan dan aktivitas masyarakat tetap aman serta sehat ***


