
PALEMBANG – Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera mengintensifkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah provinsi Sumatera pada awal tahun 2026. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya titik panas dan potensi kekeringan di beberapa wilayah.
Daerah yang saat ini masuk kategori rawan Karhutla meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, serta sebagian wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Musi Banyuasin. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan serta langkah pencegahan yang lebih intensif dari seluruh pihak terkait.
Sejumlah titik kebakaran berhasil dipadamkan pada Minggu, 25 Januari 2026. Di antaranya Karhutla seluas 4,5 hektare di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Selain itu, kebakaran seluas 2 hektare di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau juga telah dinyatakan padam.
Namun, hingga kini tim Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan masih melakukan pemadaman di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, dan Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Upaya pemadaman juga terus dilakukan di Aceh Barat, tepatnya di Desa Suak Raya dan Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan bahwa patroli pencegahan Karhutla telah mulai diintensifkan, terutama di Provinsi Riau, guna mendeteksi kondisi lapangan sejak dini dan mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.
“Patroli ini difokuskan pada pemantauan bahan bakar, ketersediaan sumber air, serta penguatan koordinasi dan informasi dari masyarakat,” ujar Ferdian di Palembang, Senin (26/1/2026).
Sementara itu, tim Manggala Agni Daops Sumatera II/Pematang Siantar dan Daops Sumatera III/Labuhan Batu juga bergerak menuju lokasi kebakaran di Kabupaten Labuhan Batu dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Berdasarkan pemantauan tinggi muka air tanah dan hotspot harian, sejumlah wilayah di Sumatera menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan Karhutla. Manggala Agni pun menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat dan bersinergi dengan berbagai pihak guna menuntaskan pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. **