
SIAPS.CO – Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan Wilayah III di Rumpin menjadi pengingat penting: masa depan hutan tak lepas dari peran para penyuluh di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, para legislator melihat langsung aktivitas pelatihan dan pemberdayaan, mulai dari budidaya madu, jamur, hingga pengolahan hasil hutan non-kayu. Penyuluh kehutanan dinilai sebagai ujung tombak yang mendampingi ribuan Kelompok Tani Hutan (KTH) di seluruh Indonesia.
Perwakilan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyoroti berbagai tantangan, dari keterbatasan kelembagaan pasca perubahan regulasi hingga luasnya wilayah kerja yang harus dijangkau. Saat ini, lebih dari 10 ribu penyuluh mengawal puluhan ribu kelompok tani dan desa di kawasan hutan.
Meski begitu, capaian tetap terlihat. Di Jawa Barat, ratusan penyuluh berhasil mendorong ribuan KTH hingga mencatat nilai ekonomi miliaran rupiah—bukti bahwa pendampingan yang tepat mampu mengubah hutan menjadi sumber kesejahteraan.
Ke depan, arah kebijakan difokuskan pada penguatan peran masyarakat, dukungan terhadap ketahanan pangan dan energi, pencegahan kerusakan hutan, serta digitalisasi penyuluhan. Sementara itu, DPR mendorong pembaruan regulasi, penguatan pendidikan penyuluh, hingga hilirisasi produk hasil hutan agar lebih bernilai.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi sinyal bahwa sinergi antara pembuat kebijakan dan pelaksana lapangan harus terus diperkuat. Sebab di balik hutan yang lestari, ada kerja senyap para penyuluh yang memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.