
SIAPS.CO – Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-43 tahun 2026 mengusung tema “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas: Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan.” Kegiatan diawali dengan Renungan Suci yang berlangsung khidmat dan bertepatan dengan momentum bulan Ramadan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, saat membacakan sambutan Wakil Menteri Kehutanan di Bogor, Jumat (13/3/2026), menegaskan bahwa kegiatan renungan suci terus dipertahankan sebagai pengingat jati diri para rimbawan.
Menurutnya, nilai dasar rimbawan harus terus dipegang teguh, yakni jujur, tanggung jawab, disiplin, ikhlas, visioner, adil, peduli, kerja sama, dan profesional.
Ia menekankan bahwa peringatan Hari Bakti Rimbawan bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum refleksi atas peran besar para rimbawan yang bekerja menjaga kelestarian hutan, bahkan dengan pengorbanan jiwa dan raga.
“Rimbawan bukan sekadar pekerja, tetapi juga pahlawan yang setiap hari berjuang menghadapi tantangan di rimba demi menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan berbagai upaya yang terus diperkuat oleh Kementerian Kehutanan, antara lain pengendalian perubahan iklim, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan perhutanan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat desa sekitar hutan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan bioekonomi hutan, bioprospeksi sumber daya genetik, integrasi sektor kehutanan dengan pangan, energi dan air, serta peningkatan transparansi tata kelola dengan prinsip keadilan sosial dan ekologis.
Kegiatan renungan suci juga diisi dengan penyerahan santunan kepada keluarga rimbawan yang gugur saat menjalankan tugas.
Semangat dan dedikasi para “pahlawan rimba” diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh rimbawan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.