
SIAPS.CO – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya kerja sama strategis Indonesia dan Malaysia dalam melindungi satwa liar yang bermigrasi melintasi perbatasan. Hal itu disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (25/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia melaporkan pergerakan populasi orangutan dari Kalimantan Utara menuju Sabah dan Sarawak. Spesies Pongo pygmaeus atau orangutan Kalimantan telah berstatus Critically Endangered menurut International Union for Conservation of Nature. Selain orangutan, satwa lain seperti gajah dan bekantan juga melintasi wilayah perbatasan.
Menhut menekankan satwa liar tidak mengenal batas negara sehingga upaya konservasi harus dilakukan bersama. Lanskap hutan di Kalimantan dinilai sebagai satu ekosistem yang saling terhubung, namun terancam oleh fragmentasi habitat, perubahan tutupan lahan, dan aktivitas ilegal.
Pemerintah Malaysia menyambut baik inisiatif ini dan siap memperkuat kolaborasi teknis antar otoritas kehutanan kedua negara. Kedua pihak berkomitmen menindaklanjuti pertemuan dengan penyusunan mekanisme kerja sama formal guna melindungi satwa liar lintas batas di kawasan Borneo.