
SIAPS.CO – Regu Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Meski menjalankan ibadah puasa di tengah cuaca panas, para petugas tetap siaga mencegah meluasnya api demi melindungi ekosistem.
Tantangan tambahan muncul di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Saat melakukan pemadaman, tim mendeteksi keberadaan seekor Harimau Sumatera di sekitar lokasi. Satwa langka tersebut diketahui sudah berkeliaran di area perkebunan dan permukiman selama tiga bulan terakhir, diduga karena baru lepas dari induknya dan sedang mencari wilayah jelajah baru.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, menegaskan seluruh personel wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau untuk memastikan penanganan satwa dilakukan sesuai kaidah konservasi tanpa mengganggu proses pemadaman.
“Petugas BBKSDA Riau telah diterjunkan ke lokasi untuk menangani kemunculan Harimau Sumatera tersebut demi menjaga keselamatan petugas dan satwa,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, upaya pemadaman terpadu masih berlangsung di sejumlah daerah seperti Kabupaten Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, hingga Kota Batam. Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan Republik Indonesia periode Januari–Februari 2026, luas karhutla di Riau tercatat mencapai sekitar 4.400 hektare, dengan 94 persen berada di lahan gambut.
Menghadapi potensi kemarau akibat El Nino yang diperkirakan datang lebih awal pada semester II 2026, Manggala Agni terus memperkuat koordinasi lintas instansi. Langkah pencegahan dini dinilai penting, mengingat puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli–Agustus dengan curah hujan di bawah normal **